Masa Depan Jakarta Ditanganmu! Pelajar Jaksel ‘Ikat Janji’ Anti Hoaks & Tawuran di Sumpah Pemuda Ke-98 – Media Empat Pilar

 

Masa Depan Jakarta Ditanganmu! Pelajar Jaksel ‘Ikat Janji’ Anti Hoaks & Tawuran di Sumpah Pemuda Ke-98

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MediaEmpatPilar – Jakarta – Pernah bayangkan bagaimana masa depan Jakarta di tangan generasi muda kita? Di tengah gempuran informasi dan tantangan sosial, para pelajar di Jakarta Selatan baru saja membuat ‘ikat janji’ penting! Bukan sekadar janji biasa, ini adalah komitmen kuat untuk membentengi diri dari hoaks, tawuran, narkoba, hingga radikalisme.

Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Jakarta Selatan, mereka merayakan Sumpah Pemuda ke-98 dengan cara yang tak biasa dan penuh makna. Sebuah dialog interaktif digelar, mengajak ratusan duta sekolah untuk tidak hanya mengenang semangat Sumpah Pemuda, tetapi juga mengukir janji untuk menjaga Jakarta sebagai kota global yang aman, kondusif, dan berprestasi.

Memupuk Nasionalisme dan Membentengi Generasi Muda

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada tahun 2026, PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan mengambil langkah proaktif. Bertempat di Ruang Rapat Antasari, Gedung C, Kantor Walikota Jakarta Selatan pada Rabu, 28 Oktober 2026, ratusan duta pelajar SMA/sederajat se-Jakarta Selatan berkumpul.

Kegiatan edukatif ini, bertajuk ‘Dialog Interaktif Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Tawuran dan Berita Hoaks’, bukan hanya seremonial. Ini adalah sebuah misi penting untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme, menangkal paham radikalisme, serta membentengi generasi muda dari ancaman negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, dan penyebaran berita hoaks yang semakin marak.

Walikota Syafrin Liputo: Peran Pers dan Pelajar Sangat Strategis

Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan urgensi acara ini. Menurutnya, pemahaman wawasan kebangsaan, pencegahan tawuran, dan penangkalan hoaks harus terus digalakkan demi membangun bangsa dan negara.

“Sebagai insan pers, kami memiliki peran sangat strategis dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan negara ini. Dialog wawasan kebangsaan ini menjadi penting dengan menghadirkan anak-anak para pelajar kita dari SMA maupun SMK, sehingga mereka memahami bahwa di tengah era globalisasi dan meningkatnya penggunaan teknologi informasi, persatuan dan kesatuan itu harus terus kita pupuk bersama,” papar Syafrin.

Syafrin juga berharap, insan pers dapat terus berperan strategis dengan memberikan informasi yang profesional dan pemberitaan yang berimbang, salah satunya untuk mencegah terjadinya tawuran di masyarakat. Ia juga meminta para pengajar, pendidik, dan guru pendamping untuk lebih memperkuat penyampaian wawasan kebangsaan kepada seluruh siswa.

Joni Matondang: Menghentikan Hoaks dan Tawuran dengan Prestasi

Ketua PWI Pokja Wali Kota Jakarta Selatan, Joni Matondang, menggarisbawahi tanggung jawab moral insan pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya lewat pemberitaan, tetapi juga aksi nyata. Menurutnya, penyebaran hoaks dan gangguan keamanan seperti tawuran antar pelajar sudah mencapai tingkat yang memprihatinkan.

“Pokja PWI Walikota Jakarta Selatan perlu menggelar Dialog Interaktif ‘Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Tawuran dan Berita Hoaks’ sebagai bekal para pelajar se-Jakarta Selatan. Ini untuk menambah wawasan kebangsaan dan janji setia membangun serta menjaga Jakarta sebagai kota global dengan menciptakan situasi kondusif dan memperbanyak prestasi,” jelas Joni.

Ia menambahkan pesan inspiratif, “Kita tidak mesti harus panggul senjata untuk berkarya untuk bangsa. Cukup melakukan hal-hal yang baik, menciptakan prestasi dengan tidak meneruskan informasi hoaks dan bersifat menghasut. Mari kita cintai bangsa ini dengan sebaik-baiknya.”

Ancaman Masa Depan Pelajar: Dari Tawuran hingga Hoaks

Pembangunan karakter kebangsaan dan kepemimpinan harus dimulai sejak dini. Hal ini ditekankan oleh Mayor Inf. Dicson Abislom dari Kodim 0504/JS, agar para pelajar sebagai penerus bangsa bisa terhindar dari hal-hal yang jelek dan merugikan. “Pergeseran nilai-nilai bagi anak-anak kita ini memang sangat tajam. Jadi perlu kita bimbing agar bisa membedakan mana yang baik, mana yang jelek, dan harus dihindari,” ujarnya.

Senada, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Manusia, Dicky Krishnawardana, menyoroti maraknya tawuran, khususnya di Jakarta Selatan, yang menjadi perhatian serius Gubernur. Ia memperingatkan, “Tak ada satupun keuntungan positif akibat dari tawuran. Yang jelas, masa depan mereka yang akan dirugikan.”

Dicky bahkan menyebut dampak tawuran bisa mempengaruhi penerimaan KJP, KJMU, dan menutup kesempatan di masa depan. Ia mengajak pelajar untuk memperjuangkan, memikirkan, dan mengejar masa depan mereka dengan berani mengatakan tidak pada tawuran.

Jurus Jitu Melawan Hoaks dari Ketua PWI DKI

Untuk membekali pelajar lebih jauh, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, membagikan ‘jurus’ jitu mengidentifikasi berita hoaks. Ciri-cirinya antara lain judul provokatif dengan kalimat bombastis yang sengaja memicu emosi, sumber tidak jelas, tata bahasa buruk, serta desakan untuk disebarkan.

Ia mencontohkan hoaks viral Maret 2026 tentang klaim penonaktifan media sosial oleh Menteri Komunikasi dan Digital. “Faktanya, pada tanggal tersebut adalah awal penerapan peraturan yang mengatur penonaktifan akun khusus anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi, bukan memblokir seluruh layanan media sosial. Ini sempat membuat gaduh, oleh karenanya diperlukan bijak bermedia sosial,” terang Kesit dalam paparannya.

Kolaborasi Kuat untuk Generasi Muda Berprestasi

Acara dialog interaktif ini adalah buah dari kolaborasi apik berbagai pihak: Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan, Bank Jakarta, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, orang tua, para guru, dan sekolah tingkat SMA/Sederajat se-Jakarta Selatan.

Dihadiri sebanyak 200 duta sekolah dan 65 tamu undangan lainnya, dialog ini diharapkan mampu melahirkan individu yang mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan untuk membangun prestasi di bidang masing-masing. Sebuah janji kuat untuk masa depan Jakarta yang lebih baik.

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:46

Masa Depan Jakarta Ditanganmu! Pelajar Jaksel ‘Ikat Janji’ Anti Hoaks & Tawuran di Sumpah Pemuda Ke-98

Berita Terbaru

Berita

29 Peserta Ikut OKK PWI Jaya Angkatan 25-26

Senin, 26 Okt 2026 - 13:24