MediaEmpatPilar.com – JAKARTA – Anggota komisi C DPRD DKI Jakarta mengadakan kunjungan kerja meninjau pengolahan sampah organik menjadi budi daya magot di lokasi Hakan Kali Betik RT 013/RW07 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (10-11-2025 ).
Kunjungan kerja komisi C DPRD DKI jakarta di pimpin ketua komisi Dimaz Radtya Soesatyo dan Sekko berserta para jajaran Walikota administrasi Jakarta Utara.
Dalam kunjungan tersebut Dimaz ketua komisi C mengapresiasi dari pengelolahan sampah yang dijadikan produktif, bahkan bisa menumbuhkan perekonomian kelompok warga.
” Selain menumbuhkan perekonomian bisa mengurangi tonase sampah yang setiap harinya sampah Jakarta bisa mencapai 8 ribu ton,” kata Dimaz.
Masih kata Dimaz, Tentunya warga Jakarta dengan hal ini bisa mengurangi sampah perharinya 30 ton, ini baru pada satu tempat, Dan masalah sampah bisa mengakibatkan banjir di Jakarta,” ujar dia.
Masih kata Dimaz, Perlu diketahui Pemprov DKI Jakarta untuk membayar sampah ke TPA Bantar Gebang pertahunnya Rp 350 milyar kepada pemerintah Bekasi, Mungkin nantinya dengan cara ini bisa mengurangi anggaran,” tambahnya.
Masih ditempat yang sama, Tri Waluyo anggota legislator DKI Jakarta dari FPKB, Kunjungan yang Ia lakukan bersama rekannya, memberikan apresiasi kepada warga setempat.
“Tadi saya meninjau langsung dan melihat cara pengelolahan sampah dimana diolah magot dijadikan pakan ternak, dengan ditambah cairan kimia, Nah ini nanti bisa menjadi contoh ditempat warga Jakarta lainnya,” kata Tri.
Selain itu kata Tri Waluyo, bisa menumbuhkan perekonomian warga dan menjaga lingkungan dengan bersih dari sampah, tentunya terhindar dari genangan banjir, selain itu mengurangi pengiriman sampah ke Bantar Gebang.
Ketua RW 13 Sueb Kelurahan Tugu Selatan, Kehadiran kunjungan para anggota DPRD DKI Jakarta, kata dia bisa memberikan energy positif kepada warga binannya.
” Terima kasih kepada para anggota Dewan yang telah hadir berkunjung pengelolahan sampah di wilayah kami, tentu kehadiran kunjungan anggota para Dewan membuat semangat warga kami untuk upaya pengelolahan magot,” ungkapnya.
Editor : Peri Ryan





