{"id":2986,"date":"2026-04-27T17:44:36","date_gmt":"2026-04-27T17:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/?p=2986"},"modified":"2026-04-27T17:44:36","modified_gmt":"2026-04-27T17:44:36","slug":"diduga-intervensi-kerja-jurnalistik-oknum-warga-di-bengkulu-utara-terancam-uu-pers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/2026\/04\/27\/diduga-intervensi-kerja-jurnalistik-oknum-warga-di-bengkulu-utara-terancam-uu-pers\/","title":{"rendered":"Diduga Intervensi Kerja Jurnalistik, Oknum Warga di Bengkulu Utara Terancam UU Pers"},"content":{"rendered":"<p>MediaEmpatPilar.com &#8211; Bengkulu Utara &#8211; Bengkulu, Upaya pembungkaman terhadap kemerdekaan pers kembali terjadi di Bengkulu Utara. Seorang oknum warga berinisial H diduga melakukan intervensi dan intimidasi terhadap Kepala Biro Media Target Berita, Johan S.P., terkait pemberitaan dugaan penipuan tenaga kerja di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Pinang Raya.<\/p>\n<p>\u200eIntimidasi tersebut dilakukan melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (26\/4\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDalam pesannya, H melontarkan serangan personal dengan menyebut Johan &#8220;belum pantas menjadi kepala biro&#8221; serta menyatakan kalimat, &#8220;wartawan itu membangun, bukan bangunan.&#8221;<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePernyataan ini muncul setelah Johan melakukan konfirmasi mengenai dugaan pemotongan uang pinjaman dan kejelasan pekerjaan memotong kayu bakar di wilayah &#8216;Pamor&#8217;.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMenanggapi hal tersebut, Johan S.P. menegaskan bahwa tindakan H merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Ini adalah upaya jelas untuk membungkam pers. UU No. 40 Tahun 1999 Pasal 4 Ayat 3 menjamin kemerdekaan pers dari sensor dan pelarangan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePasal 18 Ayat 1 bahkan mengancam pidana penjara 2 tahun atau denda Rp. 500 juta bagi siapa saja yang menghambat kerja jurnalistik,&#8221; tegas Johan, Minggu (26\/4\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePersoalan ini bermula dari laporan empat warga Desa Bukit Makmur yang merasa ditipu oleh H.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eMereka dijanjikan pekerjaan dengan syarat menyerahkan foto KTP untuk mencairkan pinjaman Rp. 500.000 per orang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eNamun pada realisasinya, uang tersebut dipotong Rp. 100.000, janji pemberian BBM dari perusahaan diingkari, dan pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung ada sejak 21 April 2026.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAtas temuan ini, kasus tersebut rencananya akan dilaporkan ke Polsek Ketahun dengan sangkaan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKetua PWI Bengkulu Utara mengecam keras tindakan intimidasi tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan bahwa pers bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi undang-undang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIntervensi dan penghinaan terhadap profesi wartawan adalah pelanggaran serius yang harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eJohan S.P. menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa meminta Kapolsek Ketahun dan Kapolres Bengkulu Utara bertindak profesional dalam menangani laporan ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e&#8221;Kami menghimbau masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan berkedok lowongan kerja yang meminta data KTP dan iming-iming pinjaman. Wartawan tidak akan mundur hanya karena intimidasi,&#8221; pungkasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e(Red)<br \/>\n\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MediaEmpatPilar.com &#8211; Bengkulu Utara &#8211; Bengkulu, Upaya pembungkaman terhadap kemerdekaan pers kembali terjadi di Bengkulu&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[361],"newstopic":[],"class_list":["post-2986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-bengkulu"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/mediaempatpilar.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260427-WA00051.jpg?fit=592%2C338&ssl=1","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2988,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2986\/revisions\/2988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2986"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/mediaempatpilar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}