Mediasi ‘Matel’ dan Ormas Pasca Kericuhan, Polisi: “Bagi Dua Lah!” Cerminan Arah Penegakan Hukum – Media Empat Pilar

 

Mediasi ‘Matel’ dan Ormas Pasca Kericuhan, Polisi: “Bagi Dua Lah!” Cerminan Arah Penegakan Hukum

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MediaEmpatPilar.com – JAKARTA – Aksi penarikan kendaraan secara paksa oleh kelompok yang dikenal sebagai Matel atau debt collector di jalanan kembali memicu keributan besar, kali ini berujung pada bentrokan dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (10/11). Insiden ini tidak hanya menyisakan korban luka dan kerusakan, tetapi juga menyoroti dugaan adanya “kelonggaran” dari pihak Kepolisian, memunculkan pertanyaan tajam tentang arah penegakan hukum terhadap praktik perampasan paksa yang melanggar pidana.

Penarikan Paksa Berakhir Konflik
Tindakan penarikan kendaraan secara paksa di jalanan, yang secara hukum tidak dibenarkan dan berpotensi melanggar pidana, telah menjadi sumber keresahan berulang. Prosedur eksekusi seharusnya dilakukan melalui jalur hukum dan sertifikat fidusia yang sah. Namun, dalam banyak kasus, termasuk yang terjadi di Cengkareng, praktik perampasan paksa ini terus berlangsung.

Konflik pecah setelah terjadi bentrokan antara kelompok Matel dan anggota Ormas, yang dipicu oleh kesalahpahaman terkait penarikan kendaraan. Kericuhan ini dilaporkan menyebabkan korban luka dan bahkan merusak mobil patroli polisi di lokasi kejadian.

“Melihat Ini Jelas Arah Polisi Ini….
Pernyataan yang paling menyita perhatian muncul dalam cuplikan video mediasi pasca-insiden yang dilakukan oleh Kapolsek Cengkareng, Kompol Fernando. Dalam upaya meredakan situasi, Kapolsek terdengar meminta kedua pihak, Matel dan Ormas, untuk berbagi tanggung jawab atas kerugian yang timbul.

“Untuk korban yang terluka, silakan diganti biaya pengobatannya oleh kedua pihak. Untuk masalah mobil patroli tadi, bagi dua lah,” ujar Kompol Fernando dalam mediasi tersebut.

Sikap kepolisian yang terkesan “memediasi” dan meminta kedua pihak yang berselisih — termasuk pihak yang diduga melakukan pelanggaran hukum (Matel) dan pihak yang terlibat kericuhan (Ormas) — untuk patungan mengganti kerusakan mobil dinasnya sendiri, dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai cerminan negatif.

Ada indikasi kuat bahwa praktik Matel seolah-olah mendapat dukungan atau kelonggaran. Hal ini menciptakan kondisi di mana, “selama koordinasi lancar,” dugaan pelanggaran hukum oleh Matel tetap berjalan dengan aman. Seharusnya, aparat penegak hukum menjamin perlindungan dan ketertiban masyarakat, bukan terkesan membiarkan praktik melanggar hukum berlanjut.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin, memberikan klarifikasi. Ia membenarkan mediasi tersebut dilakukan untuk meredakan situasi.

“Kaca mobil yang pecah tidak mau di ganti dari kedua belah pihak, oleh pengurus Rw mau di ganti sendiri,” jelas Iptu Aang saat dikonfirmasi wartawan pada (10/11).
Sementara itu, warga sekitar menyampaikan harapan agar situasi segera kondusif. “Kami warga berharap situasi bisa kondusif, supaya lingkungan kembali tenang. Jangan sampai kejadian ini memecah kerukunan di wilayah kami,” ujar Awi, salah seorang warga.

Meskipun mediasi berhasil meredam bentrokan dan situasi di Cengkareng dikabarkan sudah kondusif, insiden ini kembali menjadi sorotan tajam mengenai penanganan premanisme berkedok penagihan utang dan konsistensi aparat penegak hukum dalam memastikan prosedur hukum dijalankan dengan benar.

 

Editor : Peri Ryan

Berita Terkait

29 Peserta Ikut OKK PWI Jaya Angkatan 25-26
SAKSI/KORBAN PENGEROYOKAN HADIRI PEMANGGILAN PROPAM POLDA METRO JAYA, KUASA HUKUM: PROSES HUKUM TETAP BERJALAN
JUMAT KELILING DI MASJID NURUL ISLAM FATAHILLAH, KAPOLSEK TAMBORA AJAK WARGA PERKUAT KAMTIBMAS
Diduga Tak Sesuai PBG, Bangunan PT Yoosan Surya Jaya di Meruya Utara Disorot, Warga Khawatir Keselamatan
Dari Aspirasi Menuju Kesiapan, Tiga Putra Amanatun Rumuskan Langkah Strategis DOB
Aksi Cepat Tanggap! Dipo LPS Angke Kini Bersih Bebas Penumpukan Sampah
Mengenal Ikan Hias Sejak Dini, Pokja PWI Jakbar Gelar Gebyar Edukasi untuk Ratusan Siswa di TPHP Cengkareng
FKDM Jakarta Barat Soroti Maraknya Oknum Mengaku Tokoh Pemuda Tanpa Kontribusi Nyata

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:24

29 Peserta Ikut OKK PWI Jaya Angkatan 25-26

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:24

SAKSI/KORBAN PENGEROYOKAN HADIRI PEMANGGILAN PROPAM POLDA METRO JAYA, KUASA HUKUM: PROSES HUKUM TETAP BERJALAN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:31

JUMAT KELILING DI MASJID NURUL ISLAM FATAHILLAH, KAPOLSEK TAMBORA AJAK WARGA PERKUAT KAMTIBMAS

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:19

Dari Aspirasi Menuju Kesiapan, Tiga Putra Amanatun Rumuskan Langkah Strategis DOB

Selasa, 22 September 2026 - 21:07

Aksi Cepat Tanggap! Dipo LPS Angke Kini Bersih Bebas Penumpukan Sampah

Berita Terbaru

Berita

29 Peserta Ikut OKK PWI Jaya Angkatan 25-26

Senin, 26 Okt 2026 - 13:24