MediaEmpatPilar – JAKARTA — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Jakarta Barat melayangkan kritik tajam terkait maraknya klaim figur-figur yang mengatasnamakan “Tokoh Pemuda Jakarta Barat”. FKDM mempertanyakan landasan formal serta rekam jejak kontribusi nyata dari oknum-oknum yang dinilai muncul secara instan di ruang publik.
Sikap kritis ini dipicu oleh dinamika sosial dan kepemudaan lokal belakangan ini. Label “Tokoh Pemuda Jakarta Barat” kerap dicatut dalam berbagai pernyataan sikap, forum organisasi, hingga pemberitaan media tanpa dasar yang jelas.
Ketua FKDM Kota Jakarta Barat, Boby Hendrawan, S.H., secara tegas mempertanyakan urgensi dan legalitas pengakuan figur-figur tersebut. Menurutnya, gelar “tokoh pemuda” merupakan predikat sosial yang mulia dan tidak boleh diobral tanpa indikator kontribusi, kaderisasi, serta legitimasi yang sah dari akar rumput.
“Memangnya legitimasi mereka sebagai tokoh pemuda itu apa dasarnya? Jangan sampai istilah ‘Tokoh Pemuda Jakarta Barat’ ini diobral begitu saja oleh pihak-pihak tertentu yang minim rekam jejak pengabdian nyata di basis kepemudaan, lalu tiba-tiba muncul di ruang publik membawa kepentingan yang tidak jelas asal-usulnya,” tegas Boby di Sekretariat FKDM Jakarta Barat.
Boby menekankan bahwa kepemimpinan pemuda yang ideal lahir dari proses panjang, karya nyata, serta pengakuan dari simpul-simpul organisasi resmi. Ia menyayangkan munculnya sosok-sosok yang sekadar Mengaku diri demi mendulang panggung popularitas atau kepentingan kelompok semata.
FKDM Jakarta Barat mencatat tiga poin krusial mendasar terkait fenomena ini,
“Minim Verifikasi Organisasi, Sebagian figur tidak memiliki kepengurusan yang jelas maupun legitimasi sosial dari pemuda di tingkat akar rumput.
Sinyalemen Kepentingan Sektoral, Muncul kekhawatiran label pemuda dijadikan alat transaksional, penggiringan opini publik, atau kendaraan politik praktis.
Degradasi Standar Kepemimpinan, Tokoh pemuda sejati seharusnya dinilai dari konsistensi membina kreativitas, memperjuangkan aspirasi, dan menyelesaikan problem sosial wilayah.
Sebagai lembaga pendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), FKDM Jakarta Barat mengimbau publik tidak mudah terkecoh oleh klaim sepihak yang mengatasnamakan pemuda Jakarta Barat secara general.
Boby mengajak seluruh elemen Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan pemangku kepentingan untuk kritis menguliti latar belakang figur yang tampil di media. Bagi FKDM, kolaborasi nyata membangun wilayah jauh lebih mendesak ketimbang membesarkan figur instan yang minim kontribusi.
( Tim )






