MediaEmpatPilar.com – JAKARTA – Gelombang keresahan hebat tengah melanda warga Jakarta Barat. Berbagai sudut wilayah yang seharusnya menjadi ruang publik yang aman, kini justru berubah mencekam. Mulai dari aksi begal yang semakin nekat, maraknya Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), tawuran remaja yang pecah hampir setiap pekan, hingga peredaran narkoba yang kian menggurita.
Kondisi ini membuat warga merasa hidup dalam bayang-bayang ketakutan 24 jam nonsen.
Frustrasi masyarakat tampaknya sudah berada di titik nadir. Salah seorang warga Jakarta Barat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalan mendalam terkait runtuhnya rasa aman di lingkungan mereka.
“Jakarta Barat ini sudah seperti sarangnya dan rajanya para penjahat! Mau keluar malam sedikit rasanya taruhan nyawa atau kehilangan motor,” keluh warga tersebut dengan nada geram.
Ia juga menyoroti sebuah paradoks yang terasa janggal di mata masyarakat. Di satu sisi, Jakarta Barat memiliki pos keamanan dan aparat yang tersebar di mana-mana. Namun di sisi lain, grafik kriminalitas justru meroket tajam.
Situasi ini memicu pertanyaan besar dari publik terkait efektivitas pengamanan di wilayah tersebut. Masyarakat menilai ada yang “aneh” dengan sistem yang berjalan saat ini.
Warga menilai Jakarta Barat sudah masuk dalam status darurat yang tidak bisa dianggap remeh lagi. Publik mulai mempertanyakan kehadiran nyata serta komitmen dari pemerintah, khususnya sinergi antara TNI dan Polri.
Warga tidak lagi butuh sekadar posko kosong, melainkan tindakan preventif seperti patroli skala besar, penegakan hukum tanpa pandang bulu, dan pemberantasan jaringan narkoba hingga ke akarnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dan radikal dari pihak kepolisian dan unsur pemerintah, Jakarta Barat terancam menyandang predikat daerah paling rawan yang gagal memberikan hak paling mendasar bagi masyarakat, Aman.
Editor : Peri R






