Sapi Kurban Tak Kunjung Mati Setelah 2 Jam Disembelih, Akhirnya Disempurnakan Ulama – Media Empat Pilar

 

Sapi Kurban Tak Kunjung Mati Setelah 2 Jam Disembelih, Akhirnya Disempurnakan Ulama

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MediaEmpatPilar.com – ​JAKARTA – Sebuah peristiwa unik sekaligus menegangkan mewarnai prosesi pemotongan hewan kurban di Masjid Nuruddin, Bandengan, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Seekor sapi kurban dilaporkan masih tetap hidup dan bertahan selama dua jam setelah disembelih.

​Peristiwa yang sempat membuat panik panitia kurban dan warga sekitar ini akhirnya berhasil diatasi setelah mendapat penanganan khusus dari ulama setempat, Kiyai Haerudin Syahroni.
​Menurut keterangan saksi di lokasi, proses penyembelihan awalnya berjalan normal seperti biasa pada pagi hari. Namun, keanehan mulai terlihat ketika waktu terus berjalan tetapi sang sapi tak kunjung roboh tak berdaya.

Pukul 08.00 WIB: Sapi pertama kali disembelih oleh Kiyai Haerudin Syahroni berdasarkan tata cara dan syariat Islam.
“Pukul 09.00 WIB: Satu jam berlalu, sapi masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang kuat. Hewan tersebut tetap bernapas dan bergerak aktif meskipun sudah mengeluarkan banyak darah.

Pukul 10.00 WIB: Setelah dua jam, kondisi sapi tak kunjung mati. Hal ini mulai memicu kekhawatiran panitia terkait keabsahan syariat serta kondisi psikis hewan yang tersiksa.
“Biasanya paling lama 5 sampai 10 menit sapi sudah tenang dan mati. Tapi yang ini sudah dua jam, dari jam 8 sampai jam 10 pagi masih bertahan,” ujar H. Herman, salah seorang panitia kurban di Masjid Nuruddin.

Melihat situasi yang tidak biasa dan demi menghindari siksaan yang lebih lama pada hewan kurban, panitia langsung meminta bantuan kembali kepada Kiyai Haerudin Syahroni.

Mendapat laporan tersebut, Kiyai Haerudin segera turun tangan ke area penyembelihan. Beliau langsung memeriksa kondisi urat leher sapi untuk memastikan apa yang terjadi. Guna memastikan prosesnya sesuai dengan syariat Islam (makruf), penyembelihan pun harus segera disempurnakan.

Dengan melafazkan doa-doa khusus dan menerapkan teknik penyembelihan yang tepat, Kiyai Haerudin akhirnya berhasil menyempurnakan proses tersebut. Tak lama setelah tindakan kedua itu, sapi kurban akhirnya dipastikan mati dengan tenang. Panitia pun bisa langsung melanjutkan proses pengulitan dan pembagian daging kurban kepada warga Bandengan, Kecamatan Tambora.

Tindakan “penyempurnaan” yang dilakukan oleh Kiyai Haerudin dinilai sangat tepat secara hukum agama. Dalam fikih Islam, aturan mengenai kondisi ini sudah jelas,
Jika hewan yang sudah disembelih ternyata belum putus urat nadinya secara sempurna dan masih hidup, maka statusnya belum mati karena sembelihan yang sah.

Wajib Disempurnakan: Dalam kondisi tersebut, diperbolehkan bahkan diwajibkan untuk disembelih kembali (disempurnakan) sesegera mungkin.

“Tujuan: Langkah ini diambil agar hewan tidak mati karena tersiksa (atau menjadi bangkai), melainkan mati melalui proses sembelihan yang sah dan halal dikonsumsi.

 

Editor : Peri Ryan

Berita Terkait

Siaga Abu Vulkanik, Polsek Tambora Bagikan 525 Masker kepada Masyarakat
Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?
Gubernur Pramono Anung Serahkan Penghargaan AJMHT ke-52, Apresiasi Karya Jurnalistik untuk Jakarta
Tes Kepala Sekolah DKI Diminta Dibuka ke Publik, Umar Abdul Aziz Soroti Dugaan “Kongkalikong” Seleksi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Digelar Meriah di Griya Oteng Warung Gunung
Polsek Tambora Kembalikan 3 Motor Hasil Ungkap Kasus Ranmor kepada Masyarakat
Kemeriahan LMK Futsal Cup: Anggota DPRD DKI Gias Kumari Putra Bakar Semangat Pemuda Tambora di Hari Kemerdekaan
Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 05:37

Siaga Abu Vulkanik, Polsek Tambora Bagikan 525 Masker kepada Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:03

Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?

Selasa, 8 September 2026 - 03:40

Gubernur Pramono Anung Serahkan Penghargaan AJMHT ke-52, Apresiasi Karya Jurnalistik untuk Jakarta

Kamis, 3 September 2026 - 08:03

Tes Kepala Sekolah DKI Diminta Dibuka ke Publik, Umar Abdul Aziz Soroti Dugaan “Kongkalikong” Seleksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:23

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Digelar Meriah di Griya Oteng Warung Gunung

Berita Terbaru

Berita Regional, Konflik Sosial, Jakarta Barat

Reaksi Keras FKDM Kembangan: Boikot Kegiatan dan Tuntut Maaf H. Umar Azis

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:28

Hukum, Organisasi, Banten

Membara di PTUN Jakarta Timur

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:41

Jakarta

Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:03