MediaEmpatPilar – Bogor – Pencak silat, warisan budaya takbenda kebanggaan Indonesia, kembali membuktikan gaungnya di panggung nasional. Sebuah hajatan akbar bertajuk Pencak Silat Bogor Grand Championship 2026 sukses diselenggarakan di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, dari tanggal 18 hingga 20 September 2026. Acara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung bagi ribuan talenta muda untuk menunjukkan semangat juang dan melestarikan tradisi bangsa.
Gemuruh Semangat 1.400 Pesilat dari Penjuru Indonesia
Selama tiga hari penuh di bulan September lalu, GOR Pajajaran dipenuhi semangat 1.400 peserta dari 15 provinsi. Mereka bersaing dalam berbagai kategori usia, mulai dari Usia Dini 1 (kelas 1-3 SD), Usia Dini 2 (kelas 4-6 SD), Pra-Remaja, hingga Remaja. Kota Bogor dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini, sebuah kehormatan yang dibayar tuntas dengan kelancaran dan kesuksesan acara.
Kejuaraan nasional ini terselenggara berkat kolaborasi apik Mandala Arena Cipta Event (MACE) dan Bingkai Muda Indonesia (BMI), serta dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, KONI, IPSI, Pemerintah Kota Bogor, dan sejumlah sponsor. Sinergi ini menunjukkan komitmen banyak pihak dalam memajukan pencak silat di Tanah Air.
Visi IPSI: Dari Warisan Budaya hingga Olimpiade
Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bogor, Yoga Firman Hidayat, menyatakan kebanggaannya atas kelancaran dan kesuksesan kejuaraan ini. “Alhamdulillah kejuaraan Bogor Grand Championship ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Mudah-mudahan di tahun mendatang bisa lebih banyak dan lebih sukses lagi,” ujarnya.
IPSI, sebagai induk organisasi pencak silat, menegaskan dukungan penuhnya terhadap kegiatan positif ini. Yoga Firman Hidayat juga mengingatkan pentingnya pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia yang telah diakui UNESCO pada 12 Desember 2019. “IPSI mempunyai kewajiban untuk memajukan, melestarikan, dan mensukseskan pencak silat sebagai ciri bangsa Indonesia,” tegasnya. Lebih jauh, IPSI menargetkan pencak silat bisa masuk ke kancah Olimpiade, sebuah cita-cita besar yang membutuhkan pembinaan atlet berkesinambungan sejak dini.
Mencetak Generasi Emas Pencak Silat
Salah satu tujuan utama kompetisi Pencak Silat Bogor Grand Championship 2026 adalah mencari bibit unggul. “Kegiatan ini bertujuan mencari bibit unggul dari anak-anak dan mahasiswa agar kelak bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tambah Yoga. Ajang ini sangat krusial untuk memperkaya pengalaman atlet dan meningkatkan prestasi mereka secara optimal, membentuk pesilat muda yang tangguh dan bermental juara.
Kisah Juara: Sigap Panglipur Bogor Raih Grand Champion
Di tengah sengitnya persaingan, sorotan tertuju pada Perguruan Sigap Panglipur Bogor yang berhasil mencuri perhatian dengan meraih predikat Grand Champion. Perwakilan perguruan, Robani, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan haru. “Alhamdulillah, kami merasa terharu dan bangga. Semua kelelahan dan kerja keras terbayar lunas,” ucapnya.
Robani mengungkap kunci keberhasilan mereka adalah kekompakan dan manajemen yang solid. “Kami menata manajemen pelatih agar satu frekuensi dan satu visi. Seluruh pelatih, orang tua, dan murid bersatu,” jelasnya. Mereka juga aktif belajar dan tidak takut mendatangkan wasit untuk pemahaman teknik yang lebih baik. Robani mengakui adanya tantangan, terutama stigma bahwa Panglipur hanya soal seni. Namun, hal itu justru memotivasi mereka untuk membuktikan bahwa prestasi tertinggi pun bisa diraih. Pesannya bagi yang belum beruntung sangat menyentuh: “Jangan menyerah. Tingkatkan latihan, perkuat kekompakan, dan jalin silaturahmi. Tiada hari tanpa latihan dan doa. Dan jangan lupa, jangan sombong – semua ini anugerah Allah.”
Apresiasi Kemenpora untuk Pembentukan Karakter
Perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Iskandar, S.Pd., M.Pd., yang menjabat Analis Kebijakan Ahli Muda Asdep Olahraga dan Pendidikan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia memandang kompetisi semacam ini sebagai sarana efektif pencarian bakat. “Anak-anak yang sudah dibina melalui ekstrakurikuler, ketika mengikuti kompetisi, akan terlihat talenta-talenta juara yang nantinya dapat dibina lebih lanjut di sentra-sentra latihan,” paparnya.
Iskandar berharap pencak silat dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda di tengah arus modernisasi dan globalisasi, membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan sportivitas. “Semoga pencak silat semakin dicintai masyarakat dan menjadi budaya yang membumi di Indonesia,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi panitia penyelenggara untuk terus berinovasi dan menyelenggarakan kegiatan bermanfaat bagi pelajar maupun orang tua.
Masa Depan Pencak Silat Terukir di Bogor
Pencak Silat Bogor Grand Championship 2026 telah usai, namun semangat yang dibawanya akan terus membara. Diharapkan, ajang ini melahirkan bibit-bibit unggul baru yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Bogor sekali lagi membuktikan perannya sebagai kawah candradimuka bagi masa depan pencak silat Tanah Air.






