MediaEmpatPilar.com – JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Barat membuka ruang dialog konstruktif dengan kalangan mahasiswa dalam upaya memperkuat pelayanan publik dan sinergi pembangunan kota.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul di Ruang Rapat Wali Kota, Kembangan, Kamis (19/2). Pertemuan berlangsung hangat dan interaktif.
Rombongan mahasiswa dipimpin Presiden Mahasiswa Universitas Esa Unggul, David Gointruth Sebastian Sondakh, serta Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Faiz Nabawi. Turut mendampingi Wali Kota Iin, Wakil Wali Kota Yuli Hartono, Sekretaris Kota Firmanudin Ibrahim, para Asisten Kota, serta jajaran kepala Suku Dinas dan unsur terkait.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah catatan kritis sekaligus masukan konstruktif terkait berbagai persoalan di Jakarta Barat.
Diskusi menghasilkan beberapa komitmen bersama yang menjadi fokus perhatian ke depan.
Isu tata kelola pemerintahan menjadi salah satu sorotan utama.
Mahasiswa mendorong birokrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Mereka menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik serta penguatan pengawasan agar kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Di sektor lingkungan, persoalan pengelolaan sampah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah serius. Mahasiswa menilai perlu ada sistem pengelolaan yang lebih efektif di tingkat warga, mulai dari edukasi pemilahan hingga optimalisasi pengangkutan dan pengolahan sampah.
Tak hanya itu, aspek estetika ruang publik juga menjadi perhatian.
Mahasiswa menilai perlunya penertiban atribut partai politik dan organisasi kemasyarakatan di sekitar area kampus, serta penanganan vandalisme dan mural liar di sejumlah titik strategis yang dinilai mengganggu wajah kota.
Sementara di bidang infrastruktur, persoalan klasik seperti banjir dan kemacetan kembali mengemuka. Mahasiswa meminta penanganan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Selain itu, mereka juga menyoroti kondisi jalan rusak serta perlunya peningkatan kualitas fasilitas umum demi kenyamanan warga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Iin Mutmainnah menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan partisipasi aktif kalangan akademisi sebagai “mata dan telinga” dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran mahasiswa sangat penting dalam memberikan masukan, kritik, sekaligus pengawasan agar kebijakan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.
Iin berharap sinergi ini tidak berhenti pada forum audiensi, melainkan berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata dan pengawasan bersama terhadap berbagai aspirasi masyarakat. Pemerintah Kota Jakarta Barat dan BEM Universitas Trisakti serta Universitas Esa Unggul pun berkomitmen menjaga kondusivitas serta mendorong kemajuan Jakarta Barat secara berkelanjutan.
Audiensi tersebut menjadi penanda bahwa ruang dialog antara pemerintah dan mahasiswa tetap terbuka, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai mitra kritis dalam pembangunan kota.
Editor : Peri R.





