Skandal Urugan Meruya Selatan: Warga Teriak, Aparat Bungkam, Proyek Jalan Terus – Media Empat Pilar

 

Skandal Urugan Meruya Selatan: Warga Teriak, Aparat Bungkam, Proyek Jalan Terus

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MediaEmpatPilar.com – JAKARTA – Warga Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, geram. Aktivitas truk pengangkut tanah untuk proyek perumahan Pacifik Garden di Kavling DKI No. 11 kembali menciptakan kemacetan dan polusi udara parah, meski sudah ada kesepakatan resmi terkait jam operasional.

 

Truk-truk besar yang seharusnya hanya boleh beroperasi mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB, nyatanya tetap hilir mudik di siang dan sore hari dan justru menabrak kesepakatan yang dibuat antara pihak proyek, Lurah Meruya Selatan, serta unsur Tiga Pilar (Polri, TNI, dan Pemerintah Kota).

 

“Ini persoalan serius. Kami sebagai warga yang tinggal di sekitar proyek sangat terganggu dengan kemacetan dan debu yang timbul setiap hari,” kata Rossi, salah satu warga, Jumat (9/5/2025).

 

Menurut Rossi, aparat pemerintah terkesan tak berdaya menghadapi pelanggaran yang terus terjadi. “Sudah ada imbauan dan kesepakatan resmi, tapi tetap saja dilanggar. Kami tanya, untuk apa pemerintah turun ke lokasi kalau tidak punya ketegasan? Apa aparat kita sudah takut pada pemilik modal?” sindirnya tajam.

 

Respons pemerintah yang diharapkan tegas justru tampak sebaliknya. Ketika wartawan mengonfirmasi keluhan warga kepada Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Affandi, jawaban yang diberikan justru tidak menyentuh substansi masalah.

 

“Siang ini anggota ke lapangan. Nanti saya info Pak H, Umar juga,” jawabnya singkat, Kamis (8/5/2025), sembari menyebut nama seorang tokoh pemuda Jakarta Barat, tanpa penjelasan tindak lanjut konkret.

 

Sikap ini dinilai sebagai bentuk pengalihan isu dan ketidaktegasan yang semakin memperpanjang penderitaan masyarakat. Aktivitas proyek seakan kebal hukum dan aparat seperti kehilangan keberanian untuk menindak tegas.

 

Ketidakberdayaan ini mendapat sorotan tajam dari akademisi dan pemerhati hukum serta kebijakan publik, Awy Eziary, S.H., S.E., M.M., yang menyebut kondisi ini mencerminkan kegagalan fungsi negara di tingkat lokal.

 

“Kalau aparat takut pada pemilik proyek, lalu buat apa mereka digaji dari uang rakyat? Jangan-jangan mereka justru bagian dari proyek itu sendiri,” ujar Awy.

 

Ia menekankan bahwa aktivitas seperti ini tak mungkin luput dari pengetahuan pejabat wilayah. “Kalau mereka bilang tidak tahu, berarti mereka lalai. Kalau tahu dan diam, berarti mereka ikut terlibat atau membiarkan. Dua-duanya berbahaya bagi tata kelola pemerintahan yang sehat,” imbuhnya.

 

Warga Meruya Selatan mendesak agar Pemprov DKI Jakarta, khususnya Wali Kota Jakarta Barat dan Dinas Perhubungan, segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar inspeksi formalitas. Mereka juga berharap aparat penegak hukum dapat menelusuri dugaan pelanggaran izin serta dampak lingkungan dari proyek urugan tersebut.

 

“Ini bukan sekadar soal jam operasional, tapi tentang hak kami atas lingkungan yang bersih dan lalu lintas yang aman,” tutup Rossi.

 

Editor : Team

Berita Terkait

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW, Jangan Berhenti pada Pertukaran Data
Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81
Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya
Kebakaran Gudang PT Novel di Kebon Jeruk, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik
Pilah Sampah hingga Urban Farming, Sekolah di Jakarta Barat Didorong Jadi Pelopor Lingkungan Hijau
Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Polisi Memanas: SPDP ke Kejaksaan, Kuasa Hukum Desak Penahanan!

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:43

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:34

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:01

Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW, Jangan Berhenti pada Pertukaran Data

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:31

Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43

Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya

Berita Terbaru

Berita Regional, Konflik Sosial, Jakarta Barat

Reaksi Keras FKDM Kembangan: Boikot Kegiatan dan Tuntut Maaf H. Umar Azis

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:28

Hukum, Organisasi, Banten

Membara di PTUN Jakarta Timur

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:41

Jakarta

Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:03