Dugaan Perampasan Tanah Di Rokan Hulu Oleh PT PSA Tak Kujung Selesai, Baharudin Kembali Tagih Janji Perusahaan – Media Empat Pilar

 

Dugaan Perampasan Tanah Di Rokan Hulu Oleh PT PSA Tak Kujung Selesai, Baharudin Kembali Tagih Janji Perusahaan

Kamis, 27 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Empat Pilar, NASIONAL -Telah puluhan tahun menunggu penyelesaian kasus tanah miliknya yang diduga dirampas oleh perushaan hingga kini belum menemui titik terang. Dalam pers rillis kepada awak media Baharudin, didampingi pengacaranya, kembali menagih janji perusahaan yang akan melakukan penyelesaian.

Seperti diketahui kasus dugaan perampasan tanah di Rokan Hulu milik baharudin telah berjalan puluhan tahun lalu, hingga menelan 7 Korban meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi antara masyarakat yang menuntut dikembalikannya tanah tersebut dengan Pamswakarsa PT Surya Dumai Grup.

Dalam realeasenya pihak kuasa hukum pemiliki lahan yang diduga di rampas oleh perushaan, menceritakan, pada April 2004, di Desa Pekan Tebi, Kecamatan Kepenuhan, terjadi bentrok antara masyarakat setempat dengan Pamswakarsa PT Surya Dumai Group (PT PSA) yang mengakibatkan 1 (satu) orang tewas atas nama Buyung, yang pada saat
itu berumur 45 tahun.

Selanjutnya pada tanggal 20 November 2004, sekitar 2000 (dua ribu) massa dari
Warga Desa Tambusai Timur dan Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan,
Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, melakukan aksi demo kembali ke Perusahaan PT PSA, menuntut agar tanah ulayat milik masyarakat yang telah dicaplok perusahaan segera dikembalikan sekitar seluas 1.600 Ha (seribu enam ratus Hektar).

Sekitar pukul 13.00 WIB, sebagian warga meninggalkan lokasi perkebunan, sebagian lainnya melakukan penjarahan kebun sawit dan pada saat itulah, sekitar 60 (enam puluh) personel Pamswakara perusahaan melakukan penyerangan kepada warga dengan senjata tajam, tombak, parang, dodos (alat memotong buah sawit) ketika warga sedang istirahat makan siang sehingga terdapat masyarakat yang meregang nyawa ditempat kejadian
1. Buyung umur 45 an
2. Hasibuan umur 27 an
3. Hendri umur 24 an
4. Amril Lubis umur 33 an
5. Usaman umur 47 an
6. Irfan umur 40 an
7. Rangkuti alias Regar umur 27 an

Selanjutnya perusahaan berjanji akan menyelesaikan sengketa yang terjadi,namun sampai saat ini sengketa tersebut belum di selesaikan oleh pihak perusahaan. Baharudin selalu pemilik lahan berharap pihak perusahanaan melakukan pembayaran atas hak tanah miliknya yang sampai detik ini belum dilakukan pembayaran selama puluhan tahun

“Sebagai pemilik lahan, saya berharap permasalahan ini agar selesai dan pihak perusahaan segera melakukan pembayaran ganti rugi atas hak yang saya miliki” ungkapnya

Berita Terkait

Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81
Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya
Kebakaran Gudang PT Novel di Kebon Jeruk, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik
Pilah Sampah hingga Urban Farming, Sekolah di Jakarta Barat Didorong Jadi Pelopor Lingkungan Hijau
Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Polisi Memanas: SPDP ke Kejaksaan, Kuasa Hukum Desak Penahanan!
Patroli Subuh Polsek Tambora Amankan Motor Tanpa Dokumen, Warga Kini Lebih Tenang
Kepala BPN Jakarta Barat Tinjau Sekretariat Baru Pokja PWI Walikota Jakarta Barat, Peran Media Kunci Sukses Publikasi Program Pertanahan
Polsek Tambora Tingkatkan Patroli KRYD Setiap Malam, Libatkan Seluruh Unsur untuk Cegah Tawuran

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:31

Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43

Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08

Kebakaran Gudang PT Novel di Kebon Jeruk, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:03

Pilah Sampah hingga Urban Farming, Sekolah di Jakarta Barat Didorong Jadi Pelopor Lingkungan Hijau

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:13

Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Polisi Memanas: SPDP ke Kejaksaan, Kuasa Hukum Desak Penahanan!

Berita Terbaru

Berita Regional, Konflik Sosial, Jakarta Barat

Reaksi Keras FKDM Kembangan: Boikot Kegiatan dan Tuntut Maaf H. Umar Azis

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:28

Hukum, Organisasi, Banten

Membara di PTUN Jakarta Timur

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:41

Jakarta

Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:03