Tangis Orangtua Pecah di Polda Metro: Anak-Anak SMK Jadi Korban Ricuh Demo DPR – Media Empat Pilar

 

Tangis Orangtua Pecah di Polda Metro: Anak-Anak SMK Jadi Korban Ricuh Demo DPR

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MediaEmpatPilar.com – Jakarta – Suasana tegang menyelimuti halaman Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025). Wajah-wajah cemas para orangtua memadati area itu. Mereka bukan sedang melapor kasus kriminal, melainkan menunggu kabar anak-anak mereka yang ditangkap polisi usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senin (25/8/2025) malam.

 

Ratusan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya diamankan aparat. Banyak orangtua mengaku kaget, lantaran baru mengetahui putra-putri mereka ikut aksi setelah menerima kabar dari pihak sekolah atau media sosial.

 

“Saya Kaget, Anak Saya Ditahan Polisi”

 

Aji (55), salah satu orangtua yang datang ke Polda, mengaku syok saat tahu putranya yang masih duduk di kelas 10 SMK ikut demo hingga diamankan polisi.

 

“Dari media sosial saya tahu. Tiba-tiba ada kabar, ‘Pak, anak bapak ada di Polda’. Saya kaget, sekolah dulu yang dikabarin,” ucap Aji dengan suara bergetar.

 

Meski bersyukur anaknya dalam kondisi sehat, ia menegaskan sang anak tidak membawa senjata maupun barang berbahaya. “Murni ikut demo aja. Pulang sekolah langsung gabung. Untungnya sudah ketemu, alhamdulillah nggak apa-apa,” katanya.

 

“Anak Saya Ditangkap Saat Nongkrong”

 

Cerita serupa datang dari Imron (44), ayah dari pelajar kelas 3 SMK PGRI Jakarta Pusat. Ia kehilangan jejak putranya sejak sore hingga akhirnya mendapat kabar pukul 23.00 WIB.

 

“Dia lagi PKL, pulang sekolah dipanggil temennya nongkrong. Jam 6 sore ditangkap di HI, dibawa ke Polsek Menteng, terus ke Polda. Saya baru tahu tengah malam,” ungkap Imron.

 

Dengan wajah letih, Imron berharap kejadian itu tidak terulang. “Ini anak saya satu-satunya cowok, harapan buat gantiin saya nanti. Jangan sampai kejadian begini lagi,” tuturnya lirih.

 

Polisi: Ada Pihak yang Menunggangi Demo

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyebut ada indikasi pihak luar yang menunggangi aksi unjuk rasa hingga berujung ricuh.

 

“Ada pihak-pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi dan mengganggu ketertiban umum,” kata Ade.

 

Polisi mencatat sejumlah fasilitas publik dirusak massa, termasuk pagar kawat DPR dan separator busway. Bahkan sebuah motor hangus terbakar di lokasi kericuhan.

 

DPR: Demo Hak Warga, Tapi Harus Sesuai Aturan

 

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan demonstrasi adalah hak rakyat yang dijamin undang-undang. Namun, ia mengingatkan ada aturan yang harus dipatuhi.

 

“Aspirasi boleh disampaikan, tapi caranya juga ada ketentuan. Jangan sampai merugikan masyarakat,” ucap Dasco di Kompleks Parlemen.

 

Ricuh Dipicu Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

 

Sebelumnya, aksi gabungan mahasiswa, pelajar, dan warga sipil menuntut pembatalan kenaikan tunjangan DPR diwarnai bentrokan di sejumlah titik. Kawasan Slipi, Senayan Park, hingga jalur menuju Semanggi sempat lumpuh akibat kericuhan.

 

Video yang beredar memperlihatkan pos polisi di Slipi dirusak massa, bahkan tenda aparat ikut dibakar.

 

Tangisan Orangtua Menggema di Polda

 

Hingga malam, puluhan orangtua masih bertahan di Polda Metro Jaya, berharap bisa menjemput anak-anak mereka. Tangis, pelukan, dan doa mengiringi setiap kabar yang datang.

 

“Bagi kami orangtua, yang penting anak-anak pulang dengan selamat. Jangan sampai mereka dijadikan korban permainan politik,” ujar salah satu orangtua dengan mata berkaca-kaca.

 

Tragedi demonstrasi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga para pelajar. Di satu sisi, aspirasi rakyat ingin disuarakan. Di sisi lain, masa depan anak-anak bangsa justru dipertaruhkan.

 

Editor : Peri Ryan

Berita Terkait

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW, Jangan Berhenti pada Pertukaran Data
Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81
Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya
Kebakaran Gudang PT Novel di Kebon Jeruk, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik
Pilah Sampah hingga Urban Farming, Sekolah di Jakarta Barat Didorong Jadi Pelopor Lingkungan Hijau
Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Polisi Memanas: SPDP ke Kejaksaan, Kuasa Hukum Desak Penahanan!

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:43

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:34

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:01

Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW, Jangan Berhenti pada Pertukaran Data

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:31

Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43

Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya

Berita Terbaru

Berita Regional, Konflik Sosial, Jakarta Barat

Reaksi Keras FKDM Kembangan: Boikot Kegiatan dan Tuntut Maaf H. Umar Azis

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:28

Hukum, Organisasi, Banten

Membara di PTUN Jakarta Timur

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:41

Jakarta

Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:03