Pergeseran Pengamanan Lahan di Jabodetabek: Dari Kekuatan Fisik ke Legitimasi Hukum Berbasis Sejarah dan Dokumen – Media Empat Pilar

 

Pergeseran Pengamanan Lahan di Jabodetabek: Dari Kekuatan Fisik ke Legitimasi Hukum Berbasis Sejarah dan Dokumen

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Empat pilar, Jakarta – Jabodetabek adalah kawasan dengan nilai ekonomi tanah yang sangat tinggi, menjadikannya episentrum sengketa pertanahan. Administrasi masa lalu yang tumpang tindih; mulai dari Girik, Ketitir, hingga peninggalan kolonial seperti Eigendom Verponding – menciptakan kerumitan dalam pembuktian kepemilikan dan membuka celah bagi praktik mafia tanah.  

Dipaparkan oleh TB. Kusai Murroh, S.Pd., S.H., M.H., Akademisi dan Praktisi Hukum, Managing Founder Firma Hukum RKHK and Partner, di Jakarta pada tanggal 31 Maret 2026, dinamika pengamanan lahan di Jabodetabek menjadi studi kasus sosiologi hukum yang sangat kompleks.

Pergeseran paradigma dari sekadar penjagaan fisik menuju penjagaan legitimasi hukum berbasis data sejarah dan integritas dokumen memperlihatkan bagaimana tokoh informal karismatik menjadi variabel penting dalam menjaga keseimbangan antara hukum formal dan realitas lapangan.

Dalam lanskap yang penuh ketidakpastian ini, tokoh-tokoh karismatik informal hadir sebagai penengah. Salah satu figur yang luput dari sorotan media adalah TB. Sugan Dolar Alserange dari Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ia dikenal sebagai simbol era “kekuatan fisik” yang kemudian bertransformasi menjadi pendekatan berbasis legitimasi hukum.

Sugan Dolar memiliki jaringan intelijen lapangan dan kemampuan negosiasi akar rumput yang kuat. Keunikan ketokohannya terletak pada kemampuannya menggabungkan kearifan lokal dengan pendekatan hukum formal.

Melalui manajemen strategis “Super Team & Kolaborasi”, ia memperlihatkan evolusi intelektual dalam pengamanan lahan, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga audit hukum dan penelusuran sejarah tanah.

Sejak 1998, ia bersama tokoh ulama, antar etnis, dan kaum terpelajar mendirikan BPPKB. Organisasi ini awalnya dikenal sebagai kekuatan massa yang melindungi pemilik lahan dari intimidasi mafia tanah, namun citranya bergeser menjadi kekuatan berbasis legal audit saintifik.

Peran strategisnya mencakup penjagaan lahan kosong dari penyerobotan, hingga mediasi antara masyarakat adat dengan kepastian hukum modern.

Cacat formil menjadi faktor utama sengketa lahan di Jabodetabek. Catatan kelurahan yang rusak atau ganda, overlap kewenangan antara tanah negara dan garapan masyarakat, serta praktik mafia tanah dengan penggunaan nominee atau dokumen palsu, memperkuat kebutuhan akan tokoh penengah.

Dalam konteks ini, tokoh karismatik seperti Sugan Dolar berperan ganda: langkah preventif dengan memastikan tidak ada gangguan fisik selama proses administrasi, dan langkah kuratif dengan mengumpulkan bukti sejarah serta saksi untuk membatalkan sertifikat cacat melalui jalur hukum.

Berita Terkait

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW, Jangan Berhenti pada Pertukaran Data
Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81
Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya
Kebakaran Gudang PT Novel di Kebon Jeruk, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik
Pilah Sampah hingga Urban Farming, Sekolah di Jakarta Barat Didorong Jadi Pelopor Lingkungan Hijau
Kasus Pengeroyokan Libatkan Oknum Polisi Memanas: SPDP ke Kejaksaan, Kuasa Hukum Desak Penahanan!

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 20:43

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:34

Musda MUI Cengkareng, Camat Suhardin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:01

Integrasi Data Bea Cukai-Pajak Dinilai Mendesak, BCW, Jangan Berhenti pada Pertukaran Data

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:31

Bersama Rakyat Menjaga Alam, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Pimpin Karya Bakti Bersih Sungai Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43

Hari Ini FPI DKI Demo Orang Tua Group, Bryan Desak Pemerintah Bongkar Aspek Hukumnya

Berita Terbaru

Berita Regional, Konflik Sosial, Jakarta Barat

Reaksi Keras FKDM Kembangan: Boikot Kegiatan dan Tuntut Maaf H. Umar Azis

Jumat, 11 Sep 2026 - 21:28

Hukum, Organisasi, Banten

Membara di PTUN Jakarta Timur

Jumat, 11 Sep 2026 - 14:41

Jakarta

Kota Tua! Syurganya Parkir Liar?

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:03